Category Archives: Kisah Inspiratif

Menggugah Keberanian Untuk Tampil Maju

Sebuah catatan kecil dari sebuah kelas oleh:Trisnatun Abuyafi Ranaatmaja

Hujan yang menderas semalam masih menyisakan gerimis di pagi yang dingin.Segelas kopi dan sarapan pagi yang disiapkan istri, tidak sepenuhnya  bisa saya nikmati.Udara dingin yang menggigit kulit dan menusuk tulang sempat mengurangi semangat untuk berangkat.Rasa malas berbisik di hati, karena harus menempuh perjalanan  dengan sepeda motor sejauh kurang lebih 7 kM di bawah  gerimis. Alhamdulillah, perasaan tidak produktif itu segera enyah setelah  saya sadari bahwa menjadi guru adalah sebuah pilihan hidup.Para siswa menunggu kehadiran saya, walau beberapa diantara mereka  mungkin sangat gembira jika ada jam kosong karena guru berhalangan hadir.

Masih ada sisa waktu 10 menit untuk istirahat ketika saya sampai di sekolah.Walaupun gerimis,saya melihat para siswa begitu bersemangat memasuki halaman sekolah.Saya berjalan dari tempat parkir  menyusuri teras beberapa kelas menuju ke ruang guru.Siswa yang berpapasan dengan sangat takzim mengulurkan tangan untuk bersalaman dan dengan tulus mengucapkan doa keselamatan. Bertemu dengan murid-murid di pagi hari, selalu memberi efek psikologis yang sangat saya nikmati yang sensasinya. Perasaan yang  tidak bisa sepenuhnya saya deskripsikan.Ini adalah sebuah kebahagiaan yang  saya rasakan dan pasti tidak pernah dimiliki oleh rekan-rekan dengan profesi selain guru.Kesegaran dan canda ria para siswa telah mengusir secara sempurna semua perasaan negatif yang sempat mampir di hati pagi ini.Bertemu dengan para siswa dalam keadaan sehat dan bisa tersenyum adalah sebuah anugrah yang sangat indah serta selalu saya syukuri.Situasi seperti ini adalah pompa energi yang selalu menyemangati dan menginspirasi saya untuk selalu memberikan yang terbaik  kepada para siswa.

Jam 07.00 tepat,  bel masuk pelajaran pertama berbunyi. Bersamaan dengan berakhirnya suara bel,situasi sekolah menjadi sunyi se-saat.Semua siswa masuk ke kelas masing-masing dengan sangat tertib.Sebelum masuk,rekan-rekan guru yang mengajar jam pertama sudah berada di pintu kelas dan para siswa bersalaman dengan bapak/ibu guru. Sebuah usaha pendidikan disiplin dan akhlak mulia yang sangat indah.Aktivitas seperti ini setiap pagi  adalah sebuah budaya sekolah yang menurut saya sangat baik .Walaupun tidak bisa dipungkiri, kadang  terasa  sebagai sebuah rutinitas formal yang bersifat mekanik bahkan robotik.Tentu hal seperti ini sangat mungkin terjadi selaras dengan naik turunnya semangat dan mood semua pihak yang melakukan kegiatan rutin itu.

Hari ini jam 1&2 saya  ada jadwal di kelas IXB.Jam 3&4 saya mengajar kelas VIIIC dan jam ke 6&7 saya mengajar kelas VIII A. Saya  mengecek jurnal harian dan menyiapkan kegiatan belajar di kelas VIII A.Saya cermati kembali RPP yang sudah saya susun. Menurut RPPyang saya buat pertemuan di kelas VIIIA sedang membahas materi Sistem Pencernaan.Kompetensi Dasar materi ini sangat menarik hati dan karenanya saya selalu antusias ketika menemani para siswa belajar materi ini. Kompetensi Dasar yang harus dikuasai siswa dalam KD ini adalah siswa mampu mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan. Beberapa indikator untuk mengukur pencapaian Kompetensi Dasar tersebut sudah saya tentukan.Waktu yang diperlukan untuk melakukan interaksi belajar pada KD ini sudah  saya perhitungkan yaitu 6 X jam pelajaran dengan rincian 2X2 jam pelajaran untuk tatap muka, 1 jam pelajaran untuk refleksi dan 1 jam pelajaran untuk  evaluasi hasil belajar.Rancangan kegiatan belajar yang  saya susun ada tiga pertemuan.Pertemuan pertama untuk diskusi dan informasi,saya menerapkan metode cermah dengan bantuan media power point.Pertemuan kedua akan saya terapkan metode  diskusi dengan teknik role playing.Pertemuan ketiga  kubagi menjadi 2 sesi,1 jam utuk refleksi dan 1 jam untuk evaluasi.

Mengacu pada  RPP yang ada, hari ini adalah saatnya pertemuan kedua,para siswa akan saya ajak mendiskusikan  Sistem Pencernaan dengan teknik role playing.Bagaimana cara siswa melakukan role playing sudah  saya jelaskan di akhir pertemuan ke satu.Pada pertemuan pertama itu para siswa sudah kuberi tugas untuk berkelompok . Setiap kelompok terdiri dari 5 atau 6  orang siswa.Setiap siswa saya beri kebebasan untuk memilih organ pencernaan apa yang akan diperankannya pada pertemuan kedua.Jumlah kelompok dalam kelas ini ada 7, karena jumlah siswa seluruhnya 37 maka ada dua kelompok yang beranggota 6 siswa. Nama kelompok mereka saya beri nama istilah yang terkait dengan Sistem  Pencernaan sebagai usaha pencantolan dalam ingatan siswa.Ke- 7 kelompok tersebut adalah kelompok  Mulut, Gigi, Lidah, Kerongkongan,Lambung,Usus, dan Enzim

© 2012, Subekti.Com. All rights reserved.