Beberapa Fakta Mengapa Belajar Bahasa Inggris Susah (Bagian 1)

Oleh Nanang Bagus Subekti. Tidak sedikit dari kita masih terheran-heran ketika melihat orang lain pandai berbahasa Inggris. Meskipun  kita belajar bahasa Inggris di sekolah secara terus menerus, namum kesuksesan dalam belajar bahasa Imggris baik sebuah misteri.  Tidak sedikit dari kita belum bisa berbahasa Inggris meskipun sudah lulus SMA atau perguruan tinggi. Saya mencatat jika tidak ada rumus pasti yang menjamin keberhasilan seseorang dalam belajar bahasa Inggris. Hasil penelitian dalam pengajaran bahasa Inggris  hanya merekomendasikan hal-hal yang bisa bermanfaat untuk membantu kesuksesan belajar bahasa Inggris.  Satu hal yang perlu disadari adalah adanya kenyataan jika kegagalan dalam belajar bahasa Inggris disebabkan oleh banyak faktor, bukan hanya satu faktor saja. 

Saya sendiri menganggap belajar bahasa Inggris masih sebuah misteri. Namun ada beberapa catatan pribadi yang bisa bermanfaat untuk mengungkap misteri penyebab susahnya belajar bahasa Inggris. Berikut ini beberapa misteri yang sebaiknya diketahui:

1. Bahasa Inggris sebagai bahasa asing

Adanya kesadaran jika bahasa Inggris adalah suatu bahasa asing di Indonesia perlu ditekankan. Keberadaan bahasa Inggris di Indonesia tidak seperti di negara Australia, Amerika, Inggris bahkan Singapura atau Malaysia. Status bahasa Inggris sebagai bahasa asing tentu berdampak sangat signifikan terhadap penggunaan bahasa Inggris. Sebagai contoh, bahasa Inggris sangat jarang sekali dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Dampak dari status ini adalah meskipun kita belajar bahasa Inggris  selama mungkin tidak akan memilik dampak yang signifikan. Penjejalan teori bahasa seperti kosakata dan grammar tidak akan berdampak signifikan. Semua akan berubah menjadi sebuah pengetahuan  (declarative knowledge) yang miskin praktek. Hal ini berlawanan dengan konsep belajar bahasa yang menguraikan jika belajar bahasa itu mempelajari 4 keahlian bahasa yang meliputi mendengarkan (listening), berbicara (speaking), menulis (writing) dan membaca (reading). Semua keahlian berbahasa tersebut perlu dilatih. Semakin jarang kita berlatih semakin buruk kemampuan keahlian bahasa tersebut. Dari kondisi ini maka wajar meskipun siswa-siswa Indonesia belajar bahasa Inggris sejak SD hingga perguruan tinggi, namun kemapuan mereka tetaplah tidak maksimal.

Menurut saya, ini semua kembali ke komitmen kita belajar bahasa Inggris untuk berpikir bagaimana supaya diri kita terlibat aktif dengan penggunaan bahasa Inggris. Misalnya, kita bisa secara rutin meluangkan waktu untuk belajar membaca teks bahasa Inggris. Saya sendiri sejak masih di SMP rajin membaca buku-buku bahasa Inggris, selama SMA rajin ikut kursusan bahasa Inggris meskipun hanya yang serba murah meriah. Target utama saya adalah mencari komunitas yang mau berbicara bahasa Inggris, karena di situlah saya bisa berlatih bahasa Inggris saya. Silakan baca tulisan ini!

2. Hubungan bahasa Inggris dan bahasa pertama (bahasa Indonesia atau bahasa daerah)

Menurut saya, ada hubungan yang jelas antara kemampuan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Mengapa demikian? Dari berbagai teman yang belajar bahasa Inggris, saya mencatat kegagalan mereka untuk bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik disebabkan oleh rendahnya kemampuan bahasa Indonesia mereka. Saya membuat sebuah analogi, bagaimana seseorang akan bisa berbicara bahasa Inggris jika ia sendiri tidak pandai berbicara dalam bahasa Indonesia. bagaimana seseorang akan pandai menulis dalam bahasa Inggris jika ia sendiri tidak pandai menulis dalam bahasa Indonesia.

Secara pribadi saya mencatat pengalaman belajar saya sendiri,  jika otak saya selalu berproses dalam bahasa pertama (bahasa Indonesia) terlebih dahulu sebelum diwujudkan dalam bahasa Inggris. Kita perlu menyadari jika apa yang akan disampaikan dalam bahasa Inggris pasti disiapkan dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu. Mengapa demikian? Karena fondasi otak kita dalam berpikir menggunaakan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia menjadi basis dalam memproses semua bahasa asing. Silakan Anda mencermati proses otak Anda ketika membuat kalimat dalam bahasa Inggris, membaca kalimat dalam bahasa Inggris dan mengucapkan kalimat dalam bahasa Inggris. Tidaklah otak Anda melibatkan bahasa Indonesia?

Proses berpikir otak saya berbeda dengan anak saya yang memang tumbuh dan besar di Australia. Dia sehari-hari berbahasa Inggris, sehingga fondasi dia berpikir malah dalam bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Semua penjelasan dalam bahasa Indonesia akan dihubungkan dengan bahasa Inggrisnya. Tidak jarang saya harus menjelaskan ke dia sebuah kosa kata dalam bahasa Indonesia ke dalam konteks bahasa Inggris.

Inti dari point ke-2 ini adalah jika Ingin bahasa Inggris Anda baik, sebaiknya kemampuan bahasa Indonesian Anda juga baik. Jika Anda pemalu saat berbicara bahasa Indonesia, kemungkinan besar Anda juga akan menjadi pemalu saat berbicara dalam bahasa Inggris. Jika Anda susah saat menulis dalam bahasa Indonesia, kemungkinan besar Anda akan menjadi mengalami kesusahan saat menulis dalam bahasa Inggris.

Nah, bagaimana tanggapan Anda terhadap dua poin di atas?

Nantikan kelanjutan seri tulisan ini selanjutnya ya… silakan mampir terus ke blog ini.

Hotline Subekti.Com

Untuk informasi pemasangan iklan, perijinan penggunaan artikel, kerjasama, pengiriman artikel, dan pelayanan pelatihan blogging, silakan hubungi kami melalui Telp / SMS di 0838 4098 2002 atau melalui email:grahabelajar@gmail.com 

Terima kasih

© 2012, Subekti.Com. All rights reserved.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* 0+6=?

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Read previous post:
Masih Relevankah Pepatah “Malu Bertanya Sesat di Jalan”?

Oleh Nanang B Subekti. Sebagai orang Indonesia, tentu saja pepatah "malu bertanya sesat di jalan" bukanlah sebuah ungkapan asing ditelinga...

Close