Belajar Bahasa Jawa Gaul Walikan
Oleh Ama Yudiawan & Nanang Subekti
Apakah Anda pernah mendengar orang Jogja menggunakan bahasa gaul Walikan seperti ‘dagadu dan daladh’? Bagi orang Jogja, Bahasa Jawa Walikan bukan hal yang asing ditelinga. Nah apakah bahasa Jawa Walikan itu?
Jadi, karena hurufnya yang dibolak-balik inilah bahasa ini disebut dengan bahasa walikan alias bahasa kebalikan, seperti “dumel poya dab… dsany…hanyne”.
Di bawah ini petunjuk praktis belajar bahasa Jawa Walikan.
Baris nomer 1 diganti konsonannya dengan baris nomer 3. Baris nomer 2 diganti konsonannya dengan baris nomer 4. Baris nomer 3 diganti dengan baris nomer 1. Dan terakhir baris nomer 4 diganti dengan baris nomer 2. Sedangkan huruf vokal (a, i, u, e, o) disamakan dengan huruf HA. Kalau masih pusing, baca panduan lengkapnya di bawah ini!
ATURAN PERTUKARAN AKSARA LOGAT JOGJAKARTA
Di Jogjakarta di beberapa kalangan masyarakat terdapat pemakaian bahasa jawa yang sedikit berbeda yang merupakan plesetan dari bahasa jawa yang baku. Logat ini merupakan hasil dari penukaran baris-baris pada aksara jawa (hanacaraka) sehingga menghasilkan pengucapan yang berbeda.
Deret Hanacaraka yang baku adalah:
1. ha na ca ra ka
2. da ta sa wa la
3. pa dha ja ya nya
4. ma ga ba tha nga
Untuk mendapatkan logat ini maka baris 1 ditukar dengan baris 3, baris 2 ditukar dengan baris 4, dan sebaliknya baris 1 dengan 3, baris 2 dengan 4 sedangkan kolomnya tetap.
Maka susunan Hanacaraka yang baru menjadi :
1. pa dha ja ya nya
2. ma ga ba tha nga
3. ha na ca ra ka
4. da ta sa wa la
Pengucapan vokal dari aksara yang ditukar tidak berubah
Contoh :
matamu ———-> dagadu
kowe’————> nyothe’
mangan———–> daladh
mas —————> dab!
Silakan bergabung dengan komunitas basa Jawa Walikan di Facebook https://www.facebook.com/TulisanJawalanBasaWalikanJogja
Hotline Subekti.Com
Untuk informasi pemasangan iklan, perijinan penggunaan artikel, kerjasama, pengiriman artikel, dan pelayanan pelatihan blogging, silakan hubungi kami melalui Telp / SMS di 0838 4098 2002 atau melalui email:grahabelajar@gmail.com
Terima kasih
© 2012, Subekti.Com. All rights reserved.






Rak mudheng blas,…!! bgmn dg bahasa Tegalan bisa pake sistem itu ga ya,..???
Mas Wan: ini bahasa Walikan, tetapi orang Jogja sering pakai, seperti saya sendiri sering pakai kata ‘Dab’.
Coba saya, kira-kira rumus ini bisa dipakai tidak.
Terima kasih sdh mampir di blog ini.
Nanang
masih inget kenal bahasa ini gara gara GENG KOBRA
daladh sangii lan nyopthe
Mas Hermawan: berarti mengenang masa lalu ya he he he..salam kenal. Terima kasih sdh mampir di blog saya ini.
Nanang
Merusak pakhem bahasa..
Bakulupil: untuk hal-hal tertentu bisa jadi justru membuat anak-anak muda semakin cinta dengan Bahasa Jawa. Perlu formula bagaimana orang muda Jawa kok malu berbahasa Jawa…miris mas. Ini sama dengan kasus ketoprak humor dan wayang modern yang selalu divonis merusak pakem? Campursari telah membuat anak muda suka dengan gamelan. Piye karo basa Jawa???
piba thape nyal.
pepepepe
Mohammad Rivai: papapapapapapa….papapapa… bih …