PemanfaatanTeknologi oleh Sekolah Australia
Dalam tulisan ini saya akan berbagi pengalaman, tentang pemanfaatan teknologi di lembaga pendidikan di negara maju. Terus terang, saya hanya mengambil beberapa kasus yang saya lihat dan jumpai di South Australia. Beberapa kali saya diundang untuk membantu mengajar di beberapa sekolah di Adelaide, South Australia. Di setiap sekolah yang saya datangi, saya selalu menjumpai aneka hal yang membuat saya terkesan, terutama pemanfaatan teknologi. Saya akan mencoba menguraikan secara singkat dari contoh yang terjadi di sekolah dasar (primary school) dan diperguruan tinggi (university).
Ketika saya mengajar di sebuah sekolah dasar di South Australia, suasana sekolah tidak jauh berbeda dengan kebanyakan ruangan di sekolah sekolah maju di Indonesia. Yang sangat membedakan adalah setiap sekolah dilengkapi dengan fasilitas teknologi terkini, seperti laptop, atau komputer, smart board, LCD projector. Secara sederhana bisa disimpulkan jika perangkat teknologi menjadi sebuah hal yang wajib ada untuk membuat proses pembelajaran semakin lebih baik. Belum lagi aneka peralatan untuk mendukung KBM yang kondusif, seperti fasilitas AC, heater, ruangan kedap suara dan fasilitas perpustakaan yang lengkap.
Jika jenjang primary school saja sudah sangat lengkap, bagaimana dengan suasana di perguruan tinggi (university)? Saya yakin, dengan mudah kita bisa simpulkan jika kondisi diperguruan tinggi juga sangat lengkap fasilitas dengan ruangan belajar dilengkapi dengan alat-alat berbasis teknologi modern. Saya kira point inilah yang membuat kualitas pendidikan di Australia maju pesat. Sebuah perguruan tinggi memiliki dana riset yang besar untuk mendukung mahasiswa dari sisi teknologi untuk mendukung penelitiannya. Jurnal penelitian dari sebuah perguruan tinggi menjadi indikator kualitas sebuah perguruan tinggi. Hampir semua penelitian yang diajukan mahasiswa ataupun staff yang telah disetujui oleh kampus, akan didanai. Mahasiswa bisa apply aneka macam dana untuk mendukung keberhasilan penelitiannya. Saya simpulkan, jika kondisi seperti ini menjadi surga bagi mereka yang haus dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan benar-benar menjadi aset yang mahal.
Dengan kemajuan teknologi saat ini, proses pembelajaran bisa berjalan secara maksimal. Sebuah koran lokal di Adelaide memberitakan jika ada sebuah perguruan tinggi di South Australia yang menfaat fasilitas digital. Dalam laporannya 11 September 2010, di sampaikan ‘TRADITIONAL textbooks will be put on the endangered list next year as the University of Adelaide’s Faculty of Science becomes the first tertiary institution to embrace a new approach to online learning.’ Silahkan klik link ini untuk membaca lebih lanjut: LINK.
Hasil pengamatan saya menunjukan, jika lembaga-lembaga pendidikan di Australia sangat antusias untuk mengikuti perkembangan teknologi. Proses adopsi teknologi dalam proses pendidikan pun sedemikian cepat. Hal ini bisa kita amati, jika sektor pendidikan menjadi salah satu aset bisnis Australia. Ribuan pelajar dari berbagai bangsa datang untuk menutut ilmu di negara ini. Praktis dengan datangnya ribuan pelajar setiap tahun ajaran baru akan menyumbang keberlangsungan kehidupan perekonomian negara ini. Kampus-kampus semakin hidup karena memiliki banyak mahasiswa. Fakta bisa kita lihat, jika untuk beberapa jurusan hampir 90% mahasiswa yang kuliah adalah pelajar asing (international student). Bisa dibayangkan jika international student habis, maka bisa jadi gulung tikar beberapa jurusan di kampus-kampus Australia. Belum lagi kehidupan masyarakat semakin hidup dari persewaan unit/flat, rumah makan/mall dengan banyaknya mahasiswa yang belanja yang tentunya membuat urat nadi perekonomian menjadi hidup.
Contoh di atas menggambarkan jika sekolah bukan sebuah lembaga yang sederhana. Sekolah bukan sebuah lembaga yang memerlukan dana sedikit. Sekolah memerlukan dana yang besar untuk tetap bisa eksis menyesuaikan dengan tuntutan zaman. Para pelaku pendidikan seharusnya berani untuk membuka diri terhadap perkembangan teori dan penelitian dalam dunia pendidikan.
Point yang saya garis bawahi adalah sebuah pendidikan yang berkualitas memerlukan pendukung yang berkualitas. Lembaga pendidikan tidak bisa menghindarkan dirinya dari perkembangan teknologi. Teknologi seharusnya dijadikan kawan untuk memajukan hasil pendidikan. Persepsi negatif tentang produk teknologi harus dihindari. Kajian hasil penelitian tentang manfaat teknologi dalam pendidikan harus diekspos secara luas untuk mengedukasi masyarakat luas. Opini yang disampaikan tanpa sebuah landasan teori dan fakta yang nyata justru akan menjerumuskan masyarakat. Statemen yang disampailan untuk publik harus dipikirkan baik-baik sebelum dilontarkan.
Penutup:
Dari tulisan diatas, apakah mungkin sekolah dibikin gratis? Jika iya, sekolah seperti apa yang diperlukan oleh masyarakat Indonesia? Berapa dana diperlukan untuk membuat sebuah sekolah yang berkualitas?
Hotline Subekti.Com
Untuk informasi pemasangan iklan, perijinan penggunaan artikel, kerjasama, pengiriman artikel, dan pelayanan pelatihan blogging, silakan hubungi kami melalui Telp / SMS di 0838 4098 2002 atau melalui email:grahabelajar@gmail.com
Terima kasih
© 2012, Subekti.Com. All rights reserved.




