Berbagi Pengalaman Belajar Bahasa Inggris

Oleh Dianita Sugiyo. (Email: dianita.sugiyo@gmail.com, FB: Dianita Sugiyo). Halo teman-teman. Nama saya Dianita Sugiyo, biasa dipanggil Nita. Saya baru saja menyelesaikan pendidikan S2 saya di Flinders University, Australia. Alhamdulillah, saya mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan Master of Health and International Development (MHID).  Di kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang pengalaman saya belajar bahasa Inggris.

Bahasa Inggris sebenarnya sudah saya kenal sejak kecil. Saat saya masih duduk di bangku TK, Bapak dan Ibu saya aktif mengajarkan beberapa vocabulary yang mudah dipahami untuk anak seusia saya. Dari memperkenalkan angka, ejaan huruf, benda-benda di sekitar rumah sampai membuat kalimat-kalimat sederhana.

Pendidikan formal bahasa Inggris mulai saya dapatkan saat SMP. Bahasa ini menjadi salah satu mata pelajaran favorit saya. Mengerjakan PR nya pun selalu saya sambut dengan riang gembira. Bahkan tidak jarang, latihan-latihan buku pelajaran bahasa Inggris selalu saya kerjakan meskipun guru belum memerintahkan untuk mengerjakannya.

Menginjak SMU, bahasa Inggris masih menjadi mata pelajaran favorit saya. Untuk mempraktekkannyapun, saya sangat bersemangat sekali. Misalnya dengan mencoba percakapan dengan native speaker saat bertemu di daerah pariwisata.

Selain melalui pendidikan formal, saya juga aktif bergabung di English Club saat kuliah. Seminggu sekali kami bertemu dan membahas kasus tertentu untuk didiskusikan. English debate juga merupalan salah satu agenda dalam klub kami. Menonton film dan mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris juga menjadi alternatif yang efektif untuk belajar bagi saya. Bagaimana cara pengucapan (pronunciation) kata-kata bahasa Inggris oleh penyanyi atau aktor merupakan hal yang menarik sekali untuk dipelajari.

Demikian, sekilas bagaimana saya belajar bahasa Inggris. Saya yakin setiap orang akan mempunyai caranya masing-masing untuk belajar dengan efektif.

© 2012, Subekti.Com. All rights reserved.

Comments

comments

2 Responses to Berbagi Pengalaman Belajar Bahasa Inggris

  1. Al. Krismanto says:

    Itu cara belajar bahasa (asing) yang baik. Salah satu yang tidak baik dan sebaiknya tidak ditiru adalah ketika beberapa orang berkesempatan belajar di luar negeri (Australia, misalnya) menyewa bersama satu apartemen. Pengalaman saya satu rumah/apartemen untuk 9 (sembilan) orang Indonesia di Western Australia tidak menguatkan kemampuan berbahasa. Di rumah bersama itu kami lebih banyak berbicara degan bahasa Jawa, meskipun beberapa orang bukan orang Jawa. Mereka malah ingin sekaligus belajar berkomunikasi dengan bahasa Jawa. Jadilah orang-orang setengah baya yang belajar bahasanya hanya formal dari bangku SMP, berbahasa Inggrisnya semakin kacau saja.

    • Subekti.Com says:

      Mas Al.Krismanto: saya juga mengamati hal tersebut terjadi di Adelaide di mana teman-teman dari Indonesia sukanya kumpul dengan teman-teman dari Indonesia sehingga bahasa Inggrisnya relatif tidak banyak berubah untuk orang-orang tertentu. Namun semua kembali kepada motivasi teman-teman semua tujuan ke studi luar negeri.

      Bahkan di Adelaide ada julukan kampung melayu karena hampir penghuni kompleks tersebut mahasiswa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* 3+6=?

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Read previous post:
Protected: Kumpulan tautan jurnal pengajaran bahasa Inggris

There is no excerpt because this is a protected post.

Close