Bekerja sambil kuliah: Why Not?

 Oleh Nanang B Subekti (Adelaide 5 Maret 2012). Saat ini kompetisi hidup di Indonesia sudah semakin berat, hanya mereka yang ulet yang akan mampu memenangkan kompetisi hidup tersebut. Jujur semua orang ingin mendapatkan pekerjaan yang baik untuk sebuah kehidupan yang lebih baik. Namun perlu dicatat mendapatkan pekerjaan di Indonesia bukanlah urusan mudah, apalagi pekerjaan bagus dengan gaji yang bagus.

Pekerjaan PNS  saat ini digandrungi oleh sebagian besar pencari kerja. Di Indonesia  menjadi seorang PNS bisa jadi sebuah impian untuk hampir semua pencari kerja. PNS menjadi primadona karena adanya kepastian seperti gaji, keberlangsungan pekerjaan, dan  pensiunan. Namun, menjadi PNS bukanlah urusan mudah. Dalam pengamatan saya, setiap ada tes PNS pasti ada ratusan bahkan ribuan orang yang mendaftar padahal lowongan yang dibuka juga sedikit sekali. Hal ini semakin terasa berat ketika mendengar kabar atau berita kalau kita harus mengeluarkan sejumlah uang untuk menjadi PNS.

Bagi saya PNS bukanlah satu-satunya pekerjaan yang harus dikejar dan tidak mungkin setiap orang Indonesia akan menjadi PNS.  Masih banyak pekerjaan yang kita bisa manfaatkan untuk menunjang kelangsungan hidup. Jadi tidak menjadi PNS bukanlah akhir dari segalanya.  Saya sendiri dengan rela melepas kesempatan menjadi PNS dan memiliki sekolah S3 di Australia. Banyak orang berkomentar saya bodoh, tetapi itulah pilihan hidup saya.

Untuk masalah karir, saya berprinsip jika karir pekerjaan bisa disiapkan jauh-jauh hari misalnya  dimulai sejak masa-masa kuliah. Iya, tidak perlu menunggu sampai selesai kuliah. Menurut saya  kuliah sambil kerja bagi saya juga sangat bermanfaat untuk membangun karir pekerjaan. Berikut beberapa manfaat kuliah sambil kerja:

1. Memperluas Networking

Ketika Anda mulai bekerja, tentu Anda menemukan banyak orang baru di kanan kiri Anda. Melalui perkenalan itulah Anda secara tidak langsung memperluas networking melalui perteman atau persahabatan. Teman atau sahabat adalah aset yang sangat berharga. Jadi jangan pernah berusaha untuk mencederai sebuah pertemanan yang baik. Pupuklan pertemanan ke arah yang lebih produktif sehingga  terjalin kepercayaan yang baik.

Awal 2000 saya memiliki kenalan seorang dosen yang kebetulan istrinya kerja di Dinas Pendidikan. Pada suatu sore, istrinya mendapat informasi beasiswa Australia (ADS). Keesokan harinya, dosen tersebut mencari saya dan memberikan informasi beasiswa tersebut. Pada waktu itu status saya masih asisten dosen. Dosen senior tersebut bilang jika saya mampu untuk ikut seleksi. Dia bawakan fotocopy aplikasi tersebut untuk saya pelajari. Jujur saya belum pernah tahu apa itu beasiswa ADS. Setelah mendapatkan form aplikasi ADS, saya pelajari kemudian saya isi dan kirimkan. Alhamdulillah saya lolos. Belajar dari cerita ini maka saya simpulkan jika networking sangat berguna sekali. Sudah bisa dipastikan suatu informasi akan disebarkan ke orang kanan kirinya terlebih dahulu, terutama yang dikenal.  Tidak mungkin informasi diberikan ke orang yang tidak dikenal.

Contoh ke-2 diberikan oleh teman saya. Sejak kuliah teman saya sudah bekerja di penerbitan sebagai editor. Pada saat itu yang bersangkutan sering mengedit buku seorang dosen. Tanpa disadari sang dosen tersebut kagum dengan kemampuan edit teman berserta masukan-masukannya. Pada suatu hari sang dosen diangkat menjadi pejabat penting yang memerlukan tenaga ahli. Akhirnya orang pertama yang ditawari adalah teman saya tersebut. Walhasil, begitus selesai kuliah teman saya mendapatkan pekerjaan yang bagus. Namun perlu diingat jika perkenalan tersebut dijalin semenjak masih kuliah dengan bekerja sebagai editor buku dipenerbit. Meski gajinya kecil tetapi dikerjakan dengan tulus iklash sehingga orang lain melihat kualitas pekerjaan dan akhirnya menawarkan pekerjaan.

2. Menambah keahlian dan ketrampilan

Perlu diingat jika orang menjadi terampil dan berpengalaman tidak dibentuk dalam jangka pendek. Beberapa keahlian dibentuk dengan waktu lama. Ketika Anda sudah mulai berusaha semenjak kuliah, maka ketika Anda lulus kuliah Anda sudah memiliki pengalaman bahkan pekerjaan yang baik sehingga tidak perlu mulai dari O atau awal. Banyak orang yang mulai berkarya setelah jadi sarjana, bahkan setelah melamar pekerjaan sana sini tidak diterima.

Sejak kuliah saya sudah mulai mengajar di bimbingan belajar. Selama 2 tahun saya mempelajari bagaimana mengelola bimbingan belajar. Akhirnya ketika kuliah, saya dan teman-teman sudah memiliki ilmu yang cukup untuk mengelola bimbingan belajar.  Akhirnya kami bersama-sama mendirikan bimbingan belajar dan berhasil. Pada waktu itu saya dan teman-teman sempat mengelola 5 bimbingan belajar dan memperkerjakan kira-kira 65 orang.

Contoh ke-2 saya ambil dari teman saya peternak lele. Beternal lele boleh dibilang gampang-gampang mudah. Yang paste beternak lele memerlukan keahlian khusus. Ketika kuliah teman saya memulai dari kolam kecil, terus berkembang dan berkembang sehingga ketika selesai kuliah yang bersangkutan sudah memiliki usaha yang mapan dan lumayan.

3. Mengurangi stress 

Ketika Anda sedang kuliah, pasti merasa sangat bahagia sekali sebagai seorang mahasiswa. Namun, kondisi bisa berubah drastis ketika sudah lulus menjadi seorang sarjana tetapi belum bekerja. Apakah Anda ingin minta uang jajan ke orang tua terus? Perlu diingat tidak semua orang tua itu mampu, tidak sedikit yang hidup dengan kondisi pas – pasan. Hal lain yang perlu diingat, sampai kapan Anda akan merepotkan orang tua terus?

Bagi sebagian orang, lulus kuliah memegang title sarjana tetapi masih menganggur akan menjadi beban moral yang luar biasa, baik dihadapan orang tua, keluarga dan masyarakat. Namun hal ini akan berbeda dengan mereka yang sudah memulai pekerjaan semenjak kuliah, karena begitu selesai kuliah sudah memiliki pekerjaan atau kesibukan. Yang paling menarik adalah memulai usaha saat masih kuliah rasa stresnya tidak seberat ketika sudah menjadi seorang sarjana.

Jadi kesimpulan dari tulisan ini adalah memulai bekerja saat masih menjadi mahasiswa / kuliah memberikan dampak yang positif. Namun, perlu diingat jangan sampai pekerjaan mengganggu kuliah dan tidak semua mata kuliah bisa diaplikasikan untuk bekerja sebelum lulus karena disiplin ilmunya  seperti kedokteran. Namun untuk ilmu-ilmu tertentu sudah bisa diterapkan untuk bekerja semenjak masih kuliah misalnya jurusan bahasa Inggris, komputer, ekonomi, pertanian dll. Nah, semua ini kembali ke individu masing-masing untuk menata karir hidupnya.

4. Memupuk rasa percaya diri

Hal apakah yang membuat Anda menjadi bangga dan memiliki rasa percaya diri yang baik? Sejak awal masuk MAN hingga kuliah, saya hanya memiliki satu misi yaitu cepat selesai kuliah, cepat kerja dan cepat mengurangi beban orang tua. Semenjak masih menjadi mahasiswa, saya sudah mulai bekerja untuk menghidupi diri saya. Berangkat dengan memberi privat dari rumah-ke rumah bagi anak-anak yang ingin belajar mengaji atau bahasa Inggris. Tidak banyak uang yang saya terima, namun saya bangga karena mampu mencukupi kebutuhan hidup dengan hasil keringat sendiri.

Seiring dengan waktu, setelah berhasil menjadi guru privat akhirnya saya melamar ke lembaga bimbingan belajar resmi. Dari satu lembaga ke lembaga lain waktu saya habiskan untuk mengajar dan belajar. Terus terang dihadapan teman-teman kuliah saya memiliki rasa percaya diri yang baik karena saat masih menjadi mahasiswa sudah bisa mandiri. Hal ini tentu bertolak belakang denga kebanyakan mahasiswa yang masih mengadalkan uang pemberian orang tua. Selanjutnya, di depan orang tua, saya juga bisa menunjukan rasa percaya diri yang baik karena saya mampu menghidupi diri saya sendiri, yang pada akhirnya saya akan segera mengurangi beban orang tua.

Bagi yang sedang mencari jodoh tentu Anda akan bangga percaya diri untuk meminang anak orang lain. Calon mertua pasti akan bangga melihat menantu yang sudah bekerja dan bisa menghidupi anaknya. Perlu juga diingat jika kebanyakan kasus perceraian karena himpitan ekonomi.

5. Mempercantik daftar riwayat hidup

Ketika kita melamar suatu pekerjaan, salah satu dokumen yang harus diminta adalah daftar riwayat hidup (CV). Meskipun kelihatan sepele, namun membuat CV juga menjadi masalah serius bagi yang tidak memiliki banyak informasi untuk ditulis.  Untuk saya pribadi, menulis CV menjadi hal yang menyenangkan karena memiliki banyak sekali pengalaman yang bisa saya sodorkan. Inilah keuntungan bekarja saat kuliah, di mana setelah lulus  kuliah dan mau melamar pekerjaan sudah memiliki pengalaman kerja yang banyak. Saya kira ini perlu dicata baik-baik, jika memiliki banyak pengalaman memerlukan waktu yang relatif panjang tidak dalam hitungan 1 minggu atau 1 bulan saja. Hal ini akan semakin kokoh jika mendapatkan surat keterangan kerja dari lembaga atau institusi bersangkutan.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah memulai karya saat masih kuliah tidaklah salah. Dalam pandangan saya, sebaiknya mahasiswa memulia bekerja saat masih kuliah. Untuk menjadi terampil dan berpengalaman memerlukan waktu yang tidak pendek. Saya mengibaratkan diri saya sambil menyelam minum air yang berarti sambil kuliah saya menyiapkan kari untuk hidup saya. Alhamdulillah keuletan ini mengantarkan saya untuk mendapatkan pekerjaan sebelum kuliah selesai, dan begitu kuliah saya bisa lolos beasiswa S2 dari pemerintah Australia yang selanjutnta saya lolos beasiswa untuk S3 di Australia. Saya mengakui jika semua ini berawal dari sebuah ketekunan dan keuletan dalam menjalani proses kehidupan. Berangkat dari pengalaman menjadi tutor privat dari rumah ke rumah saat masih kuliah akhirnya mengantarkan diri saya untuk dipercaya untuk membantu mengajar di 2 perguruan tinggi di Australia. Namun saya tetap berjanji untuk pulang ke Indonesia setelah S3 saya ini selesai, Insya Allah dalam waktu dekat ini. Indonesia tetaplah negara yang terbaik bagi diri saya dan keluarga saya untuk ditinggali.

Saya yakin cerita saya ini tidak berlaku untuk semua orang, namun tidak ada salahnya saya berbagi. Besar harapan akan memberikan pandangan dari sisi lain tentang perjalanan untuk menggapai mimpi.

Link informasi beasiswa luar negeri: http://subekti.com/2012/05/09/peluang-beasiswa-luar-negeri-2012/

© 2012, Subekti.Com. All rights reserved.

Comments

comments

18 Responses to Bekerja sambil kuliah: Why Not?

  1. zulkarnain says:

    salam kenal pak… saya sangat tetarik dengan pengalaman yag anda kemukakan dan keuntungan yang didapat bila kita melanjutkan studi ke Australia. saat ini saya merupakan mahasiswa magister ilmu peternakan dan berencana melanjutkan pendidikan S3 di Australia.
    kalau boleh tau apakah anda masih berada di Australia??
    peluang pekerjaan apa saja yang anda lihat untuk menunjang biaya hidup selama kuliah dan peluang apa pula yang anda lihat setelah melakukan pendidikan di Australia. trimakasih pak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* 1+5=?

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Read previous post:
Enaknya menjadi guru di Indonesia

Sebuah catatan otokritik  Heriyanto Nurcahyo (Blog: http://theguru216.wordpress.com/) Apa ya enaknya menjadi guru di Indonesia?Adalah satu diantara sekian  pertanyaan yang sering menggoda...

Close